Senin, 28 Maret 2016

aplikasi sel volta


APLIKASI SEL VOLTA

Oleh :
Benhur Samaloisa (1416150005)
FKIP-KIMIA
Tugas: Kimia Fisika


APLIKASI SEL VOLTA
                         Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik. Sel volta ini ditemukan oleh dua orang ahli berkebangsaan Italia. Mereka berdua adalah Alessandro Giuseppe Volta (1745-1827) dan Lugini Galvani (1737-1798).
              Sel volta terdiri dari anoda yang bermuatan negatif dan katoda yang bermuatan positif. Pada anoda terjadi proses oksidasi, oksidasi adalah pelepasan elektron. Sedangkan pada katodanya terjadi proses reduksi, reduksi adalah penangkapan elektron.
Sel volta banyak sekali digunakan pada kehidupan sehari-hari. .
Sel volta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Sel Volta Primer, Sel Volta Sekunder, Sel Bahan Bakar. Ketiga bagian tersebut juga memiliki contoh masing-masing lagi. Oleh karena itu marilah kita lihat pembahasan mengenai macam-macam dari sel volta berikut ini:
1. Baterai kering seng-karbon (sel Leclanche)
Potensial sel dari baterai sekitar 1,5 V dan menurun sejalan dengan lama pemakaian.Sel baterai ini terdiri dari anoda Zn dan katode batang grafit (C). Katode grafit bersifat inert dan diletakan dalam elektrolit berbentuk pasta yang berisi grafit,MnO2, dan NH4Cl.
2. Baterai alkaline
Baterai ini digunakan untuk peralatan yang memerlukan arus listrik lebih besar , seperti tape recorder dan mainan. Potensial sel pada baterai sekitar 1,5 Vdan dapat bertahan konstan selama pemakaian.Sel baterai alkaline terdiri dari anoda Zn dan katoda inert grafit. Sesuai namanya reaksi redoks dalam baterai alkaline berlangsung dalam suasana basa.elekrolitnya adalah KOH.
3.Baterai merkuri
Baterai ini digunakan pada jam tangan dan kamera. Potensial sel baterai adalah 1,34 V dan dapat bertahan konstan selama pemakaian. Sel baterai merkuri terdiridari anoda Zn, serta katoda HgO dan karbon. Elektrolitnya adalah KOH.
Reaksi yang terjadi pada baterai ini adalah:
Zn(s) + 2OH- (aq) → ZnO(s) + H2O + 2e- (anoda)
 HgO(s) + H2O + 2e- → Hg(l) + 2OH- (aq) (katoda)
 Reaksi dari keseluruhan atau disebut reaksi bersih adalah: Zn(s) + HgO(s) → ZnO(s) + Hg(l)
4.Baterai perak oksida
Baterai ini digunakan pada jam tangan, kamera, dan kalkulator. Umumnya panjang karena arus yang dikeluarkan cukup kecil potensi sel dari baterai sekitar 1,5 V dan dapat bertahan secra konstan selama pemakaian.Sel dari baterai perak oksida terdiri dari anoda Zn dan katoda Ag2O dengan elektrolit KOH.
Reaksi yang terjadi adalah:
Zn(s) + 2OH- (aq) → Zn(OH)2(s) + 2e- (anoda)
 Ag2O(s) + H2O + 2e- → 2Ag(s) + 2OH- (aq) (katoda)
5.Baterai litium-tionil klorida (Li/SOCl2)
Baterai Li/SOClberukuran kecil. Bentuknya dapat berupa selinder atau cakram (disc). Penggunaannya antara lain untuk back up memori pada kamera, remote control, dan lampu darurat. Baretai memiliki petensial yang sangat besar, sekitar 2,7-3,6 V
Sel baterai Li/SOCL2 terdiri dari anoda Li dan katoda karbon, dimana tionil klorida tereduksi. Elektrolitnya adalah litium aluminium tetraklorida (LiALCl) dalam tionil klorida.
6.Aki atau baterai Pb
Aki umunya digunakan pada mobil untuk menstarter kendaraan tersebut. Aki terdiri dari beberapa sel volta yang dihubungkan secara seri. Setiap sel mempunyai potensial 2 V. jadi, suatu aki dengan potensial 6 V terdiri 3 sel . Suatu aki terdiri dari anoda Pb dan katoda PbO2 dengan elektrolit H2SO4. Anoda dan katoda yang berbentuk pelat menambah luas permukaan elektrode sehingga dapat memperbesar  arus.

7. Baterai NiMH (nikel metal hidrida )
Baterai NiMH banyak digunakan pada laptop, telpon seluler, camcorder, dan kamera digital.potensialnya hamper sma dengan baterai Ni-Cd,sekitar 1,4 V, tetapi dapat menyimpan ~50 persen energy lebih banyak dari baterai Ni-Cd. Sel dari baterai NiMH terdiri dari anoda Ni(OH)dan katoda pada panduan logam yang menyerap hydrogen.Elektrolitnya adalah KOH.
8.Baterai ion litium
Baterai ion litium sangat ringan sehingga cocok untuk alat elektronik portable, seperti laptop, telpon seluler, dan camcorder. Baterai ion litium juga memiliki potensial yang besar sekitar 3,6 V.Ada dua tipe baterai ion litium yaitu baterai mangan dan kabolt. Untuk tipe mangan anoda Li1-x Mn2Odan katoda grafit. Baterai ini mempunyai umur lebih panjang daripada NiMH dan dapat dilihat dari densitas dayanya yang tinggi (710 Wh/kg) dibanding 60-80 Wh/kg pada NiMH).